saco-indonesia.com, Ardiansyah alias Doble yang berusia (25) tahun harus membayar mahal pencurian yang telah dilakukan bersama dua temannya. Pemuda ini tewas setelah diamuk massa yang telah menangkapnya di Jalan Sei Serayu, Medan.

Informasi yang telah dihimpun, Doble yang merupakan warga Jalan TB Simatupang, Medan. Dia dan dua temannya telah diketahui mencuri besi di ruko kosong berlantai 3 di Jalan Sei Serayu sekitar pukul 05.00 WIB pagi.

Namun, aksi ketiganya telah dipergoki oleh warga, sehingga mereka berusaha kabur. Dua rekan Doble telah berhasil meloloskan diri.

Sementara itu, Doble telah terkepung di dalam bangunan berlantai tiga itu. Pemuda yang biasa membantu orangtuanya berjualan nasi goreng ini pun telah tertangkap. Dia telah dihakimi oleh massa hingga babak belur sebelum diamankan ke pos sekuriti Perumahan Grand Setia Budi.

Doble dikabarkan juga sempat beberapa jam di pos sekuriti itu. Keluarganya bahkan sempat datang untuk berdamai agar kasus pencurian itu tidak diserahkan kepada kepolisian. Setelah perdamaian disepakati, keluarga telah membawa Doble ke RS Sundari, Sunggal. Namun, pemuda itu diduga tewas di perjalanan.

"Pelaku pencurian itu meninggal tadi siang. Dia juga sempat dibawa ke RS Sundari, tapi nyawanya tak tertolong" ujar Kapolsek Medan Sunggal AKP Eko Hartanto.

Dari RS Sundari, jenazah Doble kemudian dibawa ke RSUP Adam Malik Medan. "Rencananya akan diautopsi di sana," jelas Eko.


Editor : Dian Sukmawati

ANAK PEDAGANG NASI GORENG TEWAS

Artikel lainnya »