jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

saco-indonesia.com, Gunung Kelud yang berada di perbatasan Kabupaten Blitar dan Kediri, Jawa Timur, berstatus Waspada sejak 2 Februari 2014. Aktivitas vulkanik gunung tersebut telah terpantau terus meningkat.

Catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Kamis pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB, telah terjadi dua kali gempa vulkanik dalam dan 21 kali gempa vulkanik dangkal.

Sedangkan total dari 1-6 Februari pukul 12.00 siang WIB, di Gunung Kelud telah terjadi 93 kali gempa vulkanik dalam dan 321 kali gempa vulkanik dalam.

“Dari hari ke hari aktivitas vulkanik di Gunung Kelud meningkat terus,” terang Kepala Bidang Mitigasi Bencana, Gempa Bumi, dan Gerakan Tanah PVMBG (PVMBG), Gede Suantika, di Bandung, Kamis 6 Februari 2014 kemarin.

Bila dibandingkan Januari, lanjut Suantika, kegempaan di Gunung Kelud selama Februari lebih tinggi. Minggu pertama Januari telah tercatat sekali gempa vulkanik dalam dan 18 kali gempa vulkanik dangkal. Minggu kedua Januari telah tercatat empat kali gempa vulkanik dalam dan 10 kali gempa vulkanik dangkal. Minggu ketiga Januari telah terjadi 98 kali gempa vulkanik dalam dan 34 gempa vulkanik dangkal. Minggu keempat Januari telah tercatat ada 79 gempa vulkanik dalam dan 234 gempa vulkanik dangkal.

Suhu air kawah juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Hingga tadi siang tercatat suhunya telah mencapai 57 derajat Celcius. Jika aktivitas vulkanik terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, ada dampak negatif yang kemungkinan akan terjadi.

"(Kemungkinan) meletus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, meski Gunung Kelud akan berpotensi meletus, PVMBG belum meningkatkan status dari Waspada (level II) ke Siaga (level III). Rekomendasi steril pun juga belum diubah.

“Rekomendasi juga masih tetap dua kilometer dari pusat kawah,” pungkasnya.


Editor : Dian sukmawati

GUNUNG KELUD BERPOTENSI MELETUS

Artikel lainnya »