JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik.

Ibadah Umroh dan haji merupakan sebuah pengalaman rohani yang tidak mungkin bisa dilupakan dan harus dipersiapkan dengan matang. Rasulullah bersabda, bahwa siapa yang hendak meraih dunia harus dengan ilmu. Demikian juga akhirat, meraihnya juga dengan ilmu.

PT. Wanda Fatimah Zahra adalah sebuah perusahaan penyelenggara Umroh dan Haji Plus yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Berbekal Pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang umroh dan haji Kami Siap melayani para tamu-tamu Allah. Kami selalu mendedikasikan diri untuk setia melayani para jamaah dari seluruh Indonesia dengan selalu mengutamakan Ibadah, Fasilitas dan Pelayanan sesuai dengan tagline perusahaan kami.

Dengan tenaga-tenaga yang profesional dan mengerti akan kebutuhan jamaah, kami siap melayani Anda sekalian para jamaah yang mempercayakan perjalanannya ke Tanah Suci bersama kami. Karena Insya Allah, dengan Anda mempercayakan kepada kami amanat tersebut akan selalu menjadi semangat di pundak kami untuk melayani Anda sekalian baik dari tahap pendaftaran, manasik, di tanah suci, hingga kembali lagi ke tanah air dengan sebaik-baiknya.

Kami adalah perusahaan yang sudah terdaftar resmi pada Kementrian Agama dan juga anggota dari HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh). Jadi Insya Allah kami akan memberikan bukti kepada para jamaah sekalian, bukan janji-janji yang tidak jelas, sehingga akan mengotori niat suci dan mengecewakan jamaah sekalian yang ingin datang dan bertamu kerumah Allah.

"Ya Allah izinkan kami meminjam ilmuMu, untuk dapat menyempurnakan ibadah kami ini"
"Janganlah Engkau biarkan kami menyia-nyiakan kesempatan Berhaji yang telah Engkau berikan kepada kami"
"Mudahkanlah untuk kami untuk memenuhi panggilanMu ya Robbi"
"Terimalah ibadah kami dan ampunilah dosa kami, ya Allah"
"Anugerahkanlah kami Umrah dan Haji yang Mabrur"

Amin. Amin. Taqabbal Yaa Kariim, Yaa Robbal 'alamiin.

Sumber : http://www.fatimahzahra.com

Baca Artikel Lainnya : GRANADA TOUR TRAVEL

FATIMAH ZAHRA TOUR HAJI DAN UMROH
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »